
Apa makna dari nama Sambasunda?
Nama ini terinspirasi oleh salah satu lagu yang menjadi andalan dalam album pertaman kami. Sambasunda. Tidak dapat dipungkiri kalau nama itu sangat erbau latin, dan memang ada benarnya pula kalau gaya latin tampak kental dalam musik-musik yang dibawakan Sambasunda. Samba yang nyunda, mungkin secara sederhananya dapat dikatakan demikian. Tapi sebenarnya tak hanya itu arti yang terkandung didalamnya. Sebab budaya Sunda juga mempunyai kata tersebut dalam kosa kata bahasanya, dan uniknya juga mempunyai interpretasi yang saling melengkapi. Kata samba dalam pengertian Sunda merujuk pada anak-anak muda dalam masa pubertasnya yang penuh semangat. Selain itu ada juga seorang tokoh wayang bernama Samba, Pangeran Samba, putera dari Betara Kresna.
Mengapa masih konsisten di seni Sunda? Tidak terpengaruh budaya pop yang kian merajalela?
Sebenarnya hanya di Indonesia saja musisi seperti kita ini masih jarang ditemui. Di luar negeri sudah cukup banyak musisi yang menggabungkan unsur tradisi ke dalam musik mereka. Byork saja memasukan unsur gamelan ke dalam lagunya. Dan itu sungguh disambut baik oleh masyarakat disana. Berbeda dengan pola pikir masyarakat Indonesia yang masih menggangap aneh jenis musik seperti kami ini. Selain itu industri musik Indonesia sepertinya masih belum bisa menerima keberadaan jenis musik ini. Jaadi untuk apa kita ikut-ikutan? Ibaratnya seperti melacurkan diri, memurahkan musik kami, jadi lebih baik kami menghindar dan mungkin hal ini pula yangmembuat kami terkesan jarang didengar.
Menurut bapak adakah peran media terhadap pola pikir masyarakat Indonesia menggapi seni budaya kita yang mulai pudar?
Jelas ada, media kita itu kebiasaannya membuat berita-berita yang rubbish yaa menurut saya. Tidak membuat masyarakat kita tambah pintar, tak ada nilai tambahnya. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan kehendak, mengusung idealisme kita untuk mengubah pola pikir media tersebut. Namanya juga media komersil.
Menurut anda bagaimana peran pemerintah terhadap seni budaya kita?
Jelas kurang. Coba dilihat di Eropa sana. Sering sekali diadakan festival musik, summer festival, winter festival, dan semuanya melibatkan semua elemen masyarakat. Wadah seperti itu yang dibutuhkan oleh seniman di Indonesia untuk bisa lebih mengeksplore diri sekaligus dihargai masyarakat.
Kesenian itu ada karena seniman masih mengabdi. Bayangkan kalau tidak ada yang mendukung pengabdian seniman tersebut?
Ya sudah, matilah seni tersebut. Pemerintah memang memiliki Undang-undang yang mengatur tentang dunia kesenian. Tapi pada kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Jadi menurut anda bagaimnana keadaan seni budaya kita? Khususnya Sunda?
Orang awan sudah jelas akan mengatakan budaya kita sudah meluntur, saya memaklumi hal tersebut. Tapi sebetulnya sekarang jika dilihat dari segi kuantitatif sudah meningkat, lihat saja. Kalau dulu kesenian-kesenian tersebut hanya digunakan pada acara-acara sakral tradisional saja, seperti pernikahan, khitanan, dan sebagainya. Tapi sekarang kita sudah bisa melihat masik-musik gamelan pada acara televisi seperti Opera Van Java. Namun meskipun demikian, secara kualitatif peningkatan tersebut masih belum signifikan terasa. Sekarang masalahnya tidak ada kesinambungan antara realita kesenian dengan konsepsi pendidikan. Mengukur pendidikan dan kesenian jelas caranya berbeda. Jika pendidikan diukur dengan paramenter seperti nilai, tidak demikian halnya dengan kesenian. Siapa sekarang yang bisa mengukur ke-kreatifitasan seseorang, jelas sulit sekali. Kreatifitas itu jelas tidak bisa diteorikan, hanya bisa dikondisikan. Contohnya saya dan musik Samba sunda, jika dibilang kami mencampur unsure samba yang kelatin-latinan dengan unsur budaya sunda yang juga masih kental. Tapi secara teori apakah hal itu benar? Tidak ada yang bisa mengukurnya.Orang eksak pasti memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang seni. Kembali lagi tadi bahwa seni hadir karena pengabdian pera senimannya, mereka membentuk komunitas, kelompok yang lebih besar. Nah, tanpa dukungan dari pemerintah dan masyarakat kerja keras seniman tersebut nantinya tidak akan berjalan secara maksimal

STSI Buah Batu, Bandung Kelompok musik Sambasunda tengah berlatih di studio latihan yang terletak di STSI Buah Batu
sumber: http://www.youtube.com/watch?v=bzjP_hY7k6k




