West Java JazzCuaca mendung tidak menyulutkan semangat para penonton untuk menyaksikan kolaborasi musik tradisonal dengan musik modern. Bertempat di Dago Tea House Bandung acara ini merupakan penyegaran dari acara-acara lain yang seringnya monoton atau menampilkan artis-artis modern yang itu-itu saja. West Java Jazz memiliki konsep yang berbeda. Mengemas tradisional musik dengan musik jazz. Acara dimulai tepat pukul 06.05, dimulai dengan band dari Fikom Unpad Bandung yaitu Coffee Shop. Dilanjutkan dengan penampilan angklung dari SD Isholla.
Lalu penampilan arumba saung angklung Udjo cukup menarik untuk disimak. Tetapi sangat disayangkan hujan mulai turun cukup deras. Karena konsep West Java Jazz yang memang open theater, penonton banyak yang mulai mengungsi keatas, takut kehujanan. Arumba saung Udjo ini tidak hanya permainan musik tetapi juga dilengkapi oleh 2 penyanyi wanita. Mereka menyanyikan beberapa lagu-lagu modern dan tradisonal.
Kemudian Contra Indigo mulai menghentak Dago Tea House . penonton yang tadinya mengungsi diatas kini mulai turun kebawah. Dengan bersenjatakan payung dan jaket untuk menutupi kepala dan tubuh masing-masing, penonton tetap setia menyaksikan band yang berkelas Java Jazz ini. seluruh lagu yang dibawakan adalah ciptaan mereka. Di akhir penampilan, mereka berduet dengan arumba angklung Udjo, 2 lagu.
Gerimis mulai turun dan guest star yang ditunggu-tunggu yaitu Endah n Rhessa tampil membawakan lagu-lagu dari album “Nowhere To Go”. Kami tidak menyayangkan dan menyalahkan gerimis yang mulai turun, sebetulnya gerimis menambah suasana menjadi lebih romantic dan syahdu. Endah n rhesa sungguh sangat pas menutup malam indah kami di kota Bandung.

